Berita

Bahas Marketplace dan tantangan UMKM menuju masyarakat Papua Emas, FEBI IAIN Papua menghadirkan Dosen Tamu dari University Kebangsaan Melayu.

Jayapura, 6 November 2023

(febi.iainfmpapua.ac.id)- Pada hari ini tepatnya Senin tanggal 6 November 2023,Fakultas Ekonomi dan bisnis islam, Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua, melaksanakan kuliah tamu yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua bersama UKM dan Pemprov Papua pada International Seminar on Religion, Moderation and Multicultralism (ISRMM), acara ini berlangsung dari tanggal tanggal 6-8 November 2023 di Jayapura dan Wamena.

Kuliah tamu yang bertempat di aula FEBI itu diisi oleh Dr. Abdullah Rahman Mahmood dan Dr. Mohd Haidhar Kamarzaman yang merupakan dua dari delapan delegasi UKM, dalam kuliah tersebut Dr. Mohd Haidhar Kamarzaman yang merupakan Dosen Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menjelaskan tentang pelaku usaha mikro, kecil dan menengah dalam menghadapi tantang dalam keterbatasan modal.

“Selain itu ada keterbatasan keterampilan atau skill, kemudian regulasi yang rumit dan pasar global yang kompetitif,” urainya. Hal ini mengharuskan pelaku UMKM untuk terus mengasah keterampilan dan pengetahuan agar bisa bersaing di dunia usaha. Mohd Haidhar mengatakan, di sisi lain, pasar modal Indonesia saat ini sedang mengalami pertumbuhan pesat dan memasuki era yang menjanjikan yang dikenal sebagai ‘Golden Indonesia’. “Pasar modal Indonesia telah mengalami berbagai perkembangan penting dalam beberapa tahun terahir meliputi, peningkatan kapitalis pasar, peningkatan investasi asing, pengembangan produk keuangan dan perkembangan teknologi,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa peran UMKM dalam visi Golden Indonesia adalah memberikan kontribusi peningkatan ekonomi yang signifikan dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Dalam moment yang sama, pemateri lainnya dari University Kebangsaan Malaysia Dr. Abdullah Rahman Mahmood menjelaskan bahwa pelaku UMKM tidak boleh takut untuk memulai usaha. “Bermula dari usaha kecil, lama kelamaan bisa menjadi besar, asalkan ditekuni,” ucapnya. Ia menyemangati para mahasiswa FEBI untuk mengaplikasikan Ilmu di perkuliahan pada usaha yang akan dijalani. “Cari peluang usaha yang tidak melibatkan banyak modal seperti dropshipper, reseller dan lain-lain, saat ini bukan waktunya work hard melainkan work smart, dan tentunya tetap pada jalan yang benar dan hallal,” pesannya. Menurutnya, jika sudah diberi pancing, maka saatnya untuk turun ke lautan mencari ikan. “Apabila kita hanya berdiam diri di rumah dengan pancing, tidak akan ada ikan yang didapat, itulah sebabnya kita harus berusaha,” pungkasnya.